Beranda

Kontak

Kontribusi

 

Tahukah Anda...

MUSEUM DEFINITION (ICOM, 2007): A museum is a non-profit, permanent institution in the service of society and its development, open to the public, which acquires, conserves, researches, communicates and exhibits the tangible and intangible heritage of humanity and its environment for the purposes of education, study and enjoyment.

 

Kategori Museum

 

  Arkeologi (7)

 

  Benteng (3)

 

  Biologi (9)

 

  Geologi (4)

 

  Lain-lain (8)

 

  Militer (4)

 

  Negeri/Daerah (19)

 

  Pribadi (7)

 

  Sejarah (14)

 

  Seni (7)

 

  Tokoh (14)

 

  Transportasi (3)

   
Publikasi Terkini
 
Pencarian
 

  
Berlangganan Berita
 

  



Balai Penyelamatan Mpu Purwa, Malang

 

KEBUN RAYA CIBODAS

Pengantar | Komentar | Galeri Foto


KRC_bulan.jpg

BIRU LANGIT KEBUN RAYA CIBODAS

 

Kebun Raya Cibodas, 24 Juli 2012. Sebatang rasamala menjulang. Lumut-lumut lebat di kakinya, aku jadikan bantal. Baring2 tak jelas. Tidur ga, baca ga, mikir juga ga. Langit so blue, apa sedang sedih dia. Maybe. Tapi sedihnya langit beri rasa indah. Aku kira karena dia sedih untuk sebab yang pantas.

Eh! dikunjungi sikatan belang. Tiba bersama zuhur. Salam..salam..hey burung kecil...

Sesabit terlihat bulan di langit, sudah di atas kepala. Meneruskan jalannya ke barat. Apakah hidup juga mesti pasti begini. Tidak, menurutku. Terlahir sebagai manusia, kita bisa memilih jalan, menimbang dengan akal dan hati nurani.

 

KRC_kolam.jpg

KOLAM BESAR

Beranjak ke Kolam Besar yang hanya sepelembaran batu. Bermacam-macam pohon dan perdu damai di kelilingannya. Linnaea spathulata dari Jepang, Homskioldia sanguinea Himalaya, magnolia dari Texas. Aku memang tidak melihat dia besar karena ukuran melainkan karena memberi ruang untuk keanekaragaman tumbuh dan berbunga. Memberi kita rasa, indah.

Berpapasan dengan seorang bocah remaja. Pengunjung kedua yang aku lihat sejak dari Pintu Gerbang Utama. Kami saling menganggukan kepala. Secercah senyum menggantikan kata. Atau hanya dua orang yang malas bicara.

Jembatan kecil di pinggir kolam. Akan mengasyikkan berdiri di sini menikmati Altair dan Vega di langit malam...

 

KRC_bunya.jpg

JALAN BUNYA-BUNYA

Di belakang kolam adalah jalan setapak favoritku. Diapit pinus raksasa dari Australia, pohon-pohon tua mengingatkan tentang ada yang sakral. Suku Aborijin menyebutnya bunya-bunya. Ditanam pada tahun 1866, masih zamannya Teijsmann. Jadi dapat dikatakan bagian dari koleksi tertua Kebun Raya Cibodas.

Sejarah berdirinya KRC tidak terlepas dari J.E. Teijsmann (1808-1882), kurator legendaris Kebun Raya Bogor dan ahli kebun. Diantara tugasnya di Hindia-Belanda adalah menyediakan sayur2an untuk meja makan gubernur jenderal. Teijsmann yang cukup eksperimental mencoba menanam dari tanaman budidaya hingga tanaman hias di berbagai ketinggian. Dari Ciawi (500 meter dpl) hingga puncak Gunung Pangrango (3000 meter). Tampaknya memang orang yang bekerja lebih keras dari kewajibannya.

So, bagaimana hasil. Steenis (Flora Pegunungan Jawa, 2006) mengisahkan, 'Dari semua lahan kebun ini hanya Cibodas (1450 meter), yang terletak pada batas hutan lebih bawah, terbukti cocok untuk lahan permanen dan berkembang menjadi sebuah kebun yang luar biasa untuk pameran, pelestarian, dan percobaan.' Demikianlah KRC yang kita kenal sekarang bermula.

 

KRC_penginapan.jpg

PENGINAPAN DI CIBODAS

Penginapan Ubud-Bali, Cibodas, 25 Juli. Matahari sudah menggeliat dari timur, jam di pukul tujuh dualima. Beberapa bab Max Havelaar aku habiskan sebelum bangun demi hasrat ngopi tak menyala jadi fatamorgana.

Sekali ditanya ibu penginapan apakah aku sedang menulis buku. Tapi aku pergi ke Cibodas untuk cari tempat baca buku.

 

KRC_kina.jpg

POHON KINA (TENGAH)

KRC, 25 Juli, tengah hari. Setelah Gedung Konservasi, aku belok kanan masuk ke hutan kecil untuk memotong jalan. Tembus di dekat Taman Lumut. Terus ke area IIA untuk menyamperi pohon kina. Di Indonesia, penanaman kina pertama kali dilakukan di KRC. Beruntung oyy! menemukan sebatang kina sedang berbunga. Meski en route tidak menemukan burung srigunting seperti kemarin.

Dua penduduk duduk di hamparan rumput, menghadap Gunung Batu. Kami ngobrol ngalor-ngidul sampai soal tanah. Pernah mereka ditawari empat setengah per meter persegi, 'Wah mahal,' spontan aku menyahut. Dalam bayangan 4,5 juta, ternyata hanya 450ribu. Aku bilang tanah sawah di dekat rumah Jogja saja terjual 1,7 juta. Mereka menolak menjual tanah karena itu dari nenek moyang, sambil menambahkan jika tanah dijual, 'Selesai.'

Melangkah keluar dari gerbang utama saat hampir pukul enam. Angkot2 tak lagi turun, pada hendak pulang buka puasa. Dua kali aku nebeng angkot sampai depan rumah mereka. Terakhir seorang bocah yang hendak menarik motornya aku minta ikut. Ternyata diantar sampai penginapan. Turun dari motor, 10ribu aku ulurkan tapi dia tak hendak. Kutangkupkan tangan di depan dada mengucapkan terima kasih, sekaligus menghormati kebaikan yang masih di tanah ini.

 

KRC_rhododendron.jpg

BUNGA RHODODENDRON

KRC, 26 Juli. Pagi-pagi duduk di anak tangga Taman Rhododendron. Kembang yang disebut dalam buku Musashi, '...abundance of highland flowers - rhododendron, gentians...but at night there in the immense sea of darkness he could see only a cottonlike mist clinging to the earth.'

Lautan kegelapan dengan bayang-bayang pepohonan, dingin dan kabut yang turun...

Persis pengalamanku pertama ke KRC, berjalan sampai Pintu Cipanas dan menyadari aku harus memutar kembali ke gerbang utama untuk keluar. Sendirian, tanpa map di tangan. Saat itu magrib bahkan sudah lewat.

Tak urung sejak itu aku menyukainya. Sasar namun toh tidak tanpa sekaligus merasakan adanya jalan. Terima kasih, Cibodas!

 

PS. Tengah menimbang museum untuk diterbitkan, sahabatku CLY mengirim sebuah foto. Aku tanya dimana. Jawabnya, 'Taman tercinta Cibodas.' Begitulah, diputuskan mengapa tidak Kebun Raya Cibodas. Sebab dalam definisi museum juga adalah kebun raya dan kebun binatang.

PS. Kedekatan KRC dan Jakarta adalah berkat meski sekaligus juga bencana karena di akhir pekan hiruk-pikuk manusia terutama keras musik yang tak ramah sangat mengganggu mereka yang mencari tenang. Namun hari-hari tertentu seperti saat puasa; sunyi, sejuk, damai di KRC dan pohon-pohon tua  adalah surga tersendiri.

 

 

Tanggal Terbit: 06-01-2013

 

 
  Copyright © 2009 Museum Indonesia. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.