Beranda

Kontak

Kontribusi

 

Tahukah Anda...

Biola W.R.Soepratman, digunakan untuk memperdengarkan musik lagu Indonesia Raya saat penutupan Kongres Pemuda II, disimpan di Museum Sumpah Pemuda, Jakarta.

 

Kategori Museum

 

  Arkeologi (7)

 

  Benteng (3)

 

  Biologi (9)

 

  Geologi (4)

 

  Lain-lain (8)

 

  Militer (4)

 

  Negeri/Daerah (19)

 

  Pribadi (7)

 

  Sejarah (14)

 

  Seni (7)

 

  Tokoh (14)

 

  Transportasi (3)

   
Publikasi Terkini
 
Pencarian
 

  
Berlangganan Berita
 

  



Museum Joglo Ciptowening, Imogiri

 

Pengantar | Komentar | Galeri Foto


prasasti_soe.jpg

BATU NISAN SOE HOK GIE

Ada kalanya hanya perlu satu sebab kecil untuk pergi ke  sebuah museum.
Ke Museum Taman Prasasti alasan itu adalah Soe Hok Gie. Untukku setidaknya.

'Mimpi saya yang terbesar, yang ingin saya laksanakan adalah, agar mahasiswa Indonesia berkembang menjadi 'manusia-manusia yang biasa'. Menjadi pemuda-pemuda dan pemudi-pemudi bertingkah laku sebagai seorang manusia yang normal, sebagai seorang manusia yang tidak mengingkari eksistensi hidupnya sebagai seorang mahasiswa, sebagai seorang pemuda dan sebagai seorang manusia.'

Sebagai seorang manusia, tulis Gie suatu ketika.
Aku ingat Multatuli pernah berkata adalah tugas manusia menjadi manusia.

...

No body knows the troubles.
I see nobody knows my sorrow
.

Dua kalimat itu ada di batu nisan Gie. Dia mungkin penggemar Louis Armstrong.
Benarkah begitu. Bahwa adalah kesendirian, gelisah dan pergulatan yang justru akan bebaskan kita dari kepompong. Untuk menjadi manusia yang bernapas.

Seekor kupu-kupu. Terbang dalam sunyi-Nya

Batang-batang lidi terabas daun-daun kering. Burung kedasih yang hanya terdengar kicaunya
Deru angin
Nisan Soe Hok Gie
Sinar matahari berusaha menerobos rindang yang naungi kursi tempat aku barusan duduk

Ada kalanya aku ke sini

 

Tanggal Terbit: 07-05-2009

 

 
  Copyright © 2009-2020 Museum Indonesia. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.