Beranda

Kontak

Kontribusi

 

Tahukah Anda...

MUSEUM DEFINITION (ICOM, 2007): A museum is a non-profit, permanent institution in the service of society and its development, open to the public, which acquires, conserves, researches, communicates and exhibits the tangible and intangible heritage of humanity and its environment for the purposes of education, study and enjoyment.

 

Kategori Museum

 

  Arkeologi (6)

 

  Benteng (2)

 

  Biologi (8)

 

  Geologi (4)

 

  Lain-lain (5)

 

  Militer (4)

 

  Negeri/Daerah (18)

 

  Pribadi (5)

 

  Sejarah (13)

 

  Seni (7)

 

  Tokoh (13)

 

  Transportasi (2)

   
Publikasi Terkini
 
Pencarian
 

  
Berlangganan Berita
 

  



Museum Gedong Arca, Gianyar, Bali

 

Pusat Informasi Majapahit

Pengantar | Komentar | Galeri Foto


pim_museum.jpg

PUSAT INFORMASI MAJAPAHIT, TROWULAN

Pada tanggal 24 April 1924, R.A.A. Kromodjojo Adinegoro, salah seorang Bupati Mojokerto bekerja sama dengan Ir. Henri Maclaine Pont, seorang arsitek Belanda mendirikan Oudheidkundige Vereeniging Majapahit (OVM) yaitu suatu perkumpulan yang bertujuan untuk meneliti peninggalan-peninggalan Majapahit. OVM menempati sebuah rumah di Situs Trowulan yang terletak di jalan raya jurusan Mojokerto-Jombang Km 13 untuk menyimpan artefak-artefak yang diperoleh baik melalui penggalian arkeologis, survei maupun penemuan secara tak sengaja. Mengingat banyaknya artefak yang layak untuk dipamerkan maka direncanakan untuk membangun sebuah museum yang terealisasi pada tahun 1926 dan dikenal dengan nama Museum Trowulan.

Pada tahun 1942, museum ditutup untuk umum karena Henri Maclaine Pont ditawan oleh Jepang. Sejak itu museum berpindah-pindah tangan dan yang terakhir dikelola oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Timur. Tugas kantor tersebut tidak hanya melaksanakan perlindungan terhadap benda cagar budaya peninggalan Kerajaan Majapahit saja, tetapi seluruh peninggalan kuno di Jawa Timur. Oleh karena itu koleksinya semakin bertambah banyak. Untuk mengatasi hal tersebut museum dipindahkan ke tempat yang lebih luas, berjarak sekitar 2 kilometer dari tempat semula namun masih di Situs Trowulan. Museum baru tersebut sesuai dengan struktur organisasinya disebut sebagai Balai Penyelamatan Arca, namun masyarakat umum tetap mengenalnya sebagai Museum Trowulan.

Pada tahun 1999 koleksi prasasti peninggalan R.A.A. Kromodjojo Adinegoro dipindahkan dari Gedung Arca Mojokerto ke Museum Trowulan, sehingga koleksi Museum Trowulan semakin lengkap.

Berdasarkan fungsinya, Museum Trowulan kemudian diberi nama sebagai Balai Penyelamatan Arca BP3 Jatim. Mengingat kebutuhan akan informasi yang semakin lama semakin meningkat dari masyarakat tentang Majapahit, maka kini nama Balai Penyelamatan Arca BP3 Jatim pun diubah menjadi Pusat Informasi Majapahit.

Walaupun terjadi perubahan, namun pada prinsipnya hal tersebut tidak mengubah fungsinya secara signifikan, yaitu sebagai sebuah Museum dan Balai Penyelamatan Balai Cagar Budaya di Jawa Timur.

Untuk menampung koleksi benda cagar budaya yang setiap tahun terus bertambah dan untuk meningkatkan pelayanan sajian kepada masyarakat, maka BP3 Jatim terus melakukan pembenahan terhadap Museum Trowulan.

 

pim_lampu.jpg

KOLEKSI LOGAM

KOLEKSI MUSEUM
Sesuai dengan sejarahnya, koleksi Pusat Informasi Majapahit didominasi oleh benda cagar budaya peninggalan Majapahit. Melalui peninggalan-peninggalan tersebut beberapa aspek budaya Majapahit dapat dikaji lebih lanjut, seperti di bidang pertanian, irigasi, arsitektur, perdagangan, perindustrian, agama, dan kesenian. Keseluruhan koleksi tersebut ditata di gedung, pendapa maupun halaman museum.

Berdasarkan bahannya koleksi Museum Trowulan yang dipamerkan dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok.

1. Koleksi Tanah Liat (Terakota)
Mencakup Koleksi Terakota Manusia, Alat-alat Produksi, Alat-alat Rumah Tangga, Arsitektur.

2. Koleksi Keramik
Koleksi keramik yang dimiliki oleh Pusat Informasi Majapahit berasal dari beberapa negara asing seperti China, Thailand, dan Vietnam. Keramik-keramik tersebut pun memiliki berbagai bentuk dan fungsi, seperti guci, teko, piring, mangkuk, sendok, dan vas bunga.

3. Koleksi Logam
Koleksi benda cagar budaya berbahan logam yang dimiliki Pusat Informasi Majapahit dapat diklasifikasikan dalam beberapa kelompok, seperti koleksi mata uang kuno, koleksi alat-alat uparaca seperti bokor, pedupaan, lampu, cermin, guci dan genta, dan koleksi alat musik.

4. Koleksi Batu
Koleksi benda cagar budaya yang berbahan batu berdasarkan jenisnya dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok sebagai berikut: Koleksi Miniatur dan Komponen Candi, Koleksi Arca, Koleksi Relief, Koleksi Prasasti.

Sementara itu, koleksi benda cagar budaya yang berbahan batu yang dimiliki oleh Pusat Informasi Majapahit, juga terdapat alat-alat dan fosil binatang dari masa prasejarah.

Sumber: Buku Panduan 'Mengenal Kepurbakalaan Majapahit di Daerah Trowulan'. Oleh I Made Kusumajaya, Aris Soviyani, Wicaksono Dwi Nugroho.

 

Alamat:
PUSAT INFORMASI MAJAPAHIT

Jalan Raya Pendopo Agung
Trowulan 61362
Jawa Timur

Telp. 0321 494 313

Jam Kunjungan:
Selasa - Minggu 07.30-15.30
Jumat 11.30-12.30 tutup
Senin dan hari libur nasional tutup

Tiket:
Pelajar Rp 1.500
Pengunjung umum Rp 2.500

 

 

 

 

 
  Copyright © 2009 Museum Indonesia. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.