Beranda

Kontak

Kontribusi

 

Tahukah Anda...

Kain geringsing berasal dari Desa Tenganan Pegeringsingan, Kabupaten Karangasem, berfungsi sebagai penolak bala dan dipakai pada waktu upacara agama. Dibuat dengan teknik ikat ganda dan diberi hiasan motif flora, fauna, dan wayang, diantaranya disebut motif buah pepare, bunga cemplong, wayang putri, kalajengking, dan sebagainya (Museum Bali, Denpasar).

 

Kategori Museum

 

  Arkeologi (6)

 

  Benteng (2)

 

  Biologi (8)

 

  Geologi (3)

 

  Lain-lain (4)

 

  Militer (4)

 

  Negeri/Daerah (17)

 

  Pribadi (5)

 

  Sejarah (13)

 

  Seni (7)

 

  Tokoh (11)

 

  Transportasi (2)

   
Publikasi Terkini
 
Pencarian
 

  
Berlangganan Berita
 

  



Batu Nisan Soe Hok Gie, Museum Taman Prasasti, Jakarta

 

Museum Seni Rupa dan Keramik

Pengantar | Komentar | Galeri Foto


keramik_perahu_roh.jpg

'PERAHU ROH'

SEJARAH GEDUNG
Gedung Museum Seni Rupa dan Keramik ini dibangun pada tahun 1870. Sebagai Lembaga Peradilan tertinggi Belanda (Raad van Justitie), kemudian pada masa pendudukan Jepang dan perjuangan kemerdekaan Indonesia gedung ini dijadikan sebagai asrama militer. Selanjutnya pada tahun 1967 digunakan sebagai Kantor Walikota Jakarta.

Pada tahun 1968 hingga 1975 gedung ini pernah digunakan sebagai Kantor Dinas Museum dan Sejarah DKI Jakarta. Pada tanggal 20 Agustus 1976 diresmikan sebagai Gedung Balai Seni Rupa oleh Presiden Soeharto. Dan di gedung ini pula terdapat Museum Keramik yang diresmikan oleh Bapak Ali Sadikin (Gubernur DKI Jakarta) pada tanggal 10 Juni 1977, kemudian pada tahun 1990 sampai sekarang menjadi Museum Seni Rupa dan Keramik.

 

keramik_galeri.jpg

GALERI LUKISAN

KOLEKSI SENI RUPA
Museum ini memiliki 500-an karya seni rupa terdiri dari berbagai bahan dan teknik yang berbeda seperti patung, totem kayu, grafis, sketsa, dan batik lukis. Diantara koleksi-koleksi tersebut ada beberapa koleksi unggulan dan amat penting bagi sejarah seni rupa di Indonesia, antara lain lukisan yang berjudul ‘Pengantin Revolusi’ karya Hendra Gunawan, ‘Bupati Cianjur’ karya Raden Saleh, ‘Ibu Menyusui’ karya Dullah, ‘Seiko’ karya S.Sudjojono, dan ‘Potret Diri’ karya Affandi.

Patung yang bercirikan klasik tradisional dari Bali, totem kayu yang magis dan simbolis karya I Wayan Tjokot dan keluarga besarnya. Totem dan patung kayu karya para seniman modern, antara lain G.Sidharta, Oesman Effendi, disusul karya-karya ciptaan seniman lulusan akademis, misalnya Popo Iskandar, Achmad Sadali, Srihadi S, Fajar Sidik, Kusnadi, Rusli, Nashar, Zaini, Amang Rahman, Suparto, Irsam, Mulyadi W, Abas Alibasyah, Amri Yahya, AS Budiman, Barli, Sudjana Kerton, dan banyak seniman dari berbagai daerah.

 

KOLEKSI KERAMIK
Koleksi Keramik di museum ini jumlahnya cukup banyak, terdiri dari keramik lokal dan keramik asing. Keramik lokal berasal dari sentra industri daerah antara lain Aceh, Medan, Palembang, Lampung, Jakarta, Bandung, Purwakarta, Yogyakarta, Malang, Bali, Lombok dan lain-lain.

Museum ini juga memiliki keramik dari Majapahit abad ke-14 yang menunjukkan ciri keistimewaan yang indah dan bernilai sejarah yang mempunyai keragaman bentuk serta fungsi. Keramik asing meliputi berbagai bentuk, ciri, karakteristik, fungsi dan gaya berasal dari China, Jepang, Thailand, Eropa. Terbanyak dari China terutama pada masa Dinasti MIng dan Ching.

 

PERPUSTAKAAN
Museum Seni Rupa dan Keramik dilengkapi sebuah perpustakaan yang memiliki buku-buku seni rupa dan keramik yang bisa dijadikan panduan tentang seni rupa.

 

keramik_beranda.jpg

MUSEUM SENI RUPA DAN KERAMIK

STUDIO GERABAH
Museum Seni Rupa dan Keramik juga memiliki tempat pelatihan, membuat gerabah (dibuka untuk pelajar dan umum), mulai dari teknik pinching (pijit), cetak dan roda putar. Disedikan pula oven untuk pembakaran gerabah.

 

TOKO CINDERA MATA
Museum Seni Rupa dan Keramik memiliki souvenir yang spesifik untuk pengunjung. Seperti kartu pos, buku seni rupa, kerajinan, sketsa, lukisan, keramik lucu, dll.

 

FASILITAS GEDUNG
Terdiri dari ruang pertemuan/aula, ruang terbuka/plaza serta taman yang dapat dimanfaatkan untuk acara-acara pameran temporer, pernikahan, seminar, lomba, dll.

 

KEGIATAN
Kegiatan yang diselenggarakan Museum Seni Rupa dan Keramik setiap tahunnya adalah:

  1. Penyuluhan permuseuman
  2. Pameran temporer
  3. Partisipasi kegiatan diluar museum

 

FASILITAS UMUM
Museum Seni Rupa dan Keramik juga dilengkapi dengan fasilitas umum berupa musholla, lahan parkir yang cukup luas serta toilet.

 

keramik_terakota.jpg

TERAKOTA MAJAPAHIT

VISI DAN MISI
VISI: Menjadikan Museum Seni Rupa dan Keramik sebagai pusat pelestarian seni rupa Indonesia dan sebagai tujuan kunjungan wisata seni dan budaya yang bertaraf internasional.

MISI: Meningkatkan sumber daya manusia, meningkatkan pelayanan pengunjung, melakukan penataan ruang koleksi secara berkala, meningkatkan kerjasama dengan mitra museum.

 

TUGAS POKOK DAN FUNGSI
TUGAS POKOK: Melayani masyarat dan pengunjung serta mengadakan, menyimpan, merawat, mengamankan, meneliti koleksi, memperagakan dan mengembangkan untuk kepentingan pendidikan, sejarah, kebudayaan, rekreasi, sosial dan ekonomi baik langsung maupun tidak langsung.

FUNGSI

  1. Penyusunan program dan rencana kegiatan operasional
  2. Pengusulan pengadaan koleksi serta sarananya
  3. Penyelenggaraan usaha-usaha, publikasi, pameran koleksi dan pemasaran
  4. Pelaksanaan pembuatan deskripsi dan registrasi koleksi
  5. Penyimpanan, penataan dan perawatan koleksi
  6. Penelitian koleksi
  7. Pemberian bimbingan dan pelayanan edukatif kultural kepada masyarakat
  8. Penyelenggaraan pengelolaan perpustakaan museum
  9. Pelayanan informasi tentang Seni Rupa dan Keramik
  10. Penyusunan kegiatan ketatausahaan

 

Sumber: Brosur Museum Seni Rupa dan Keramik

 

Alamat:
Museum Seni Rupa dan Keramik
(Taman Fatahillah)
Jl.Pos Kota no.2
Jakarta Barat

Jam Kunjungan:
Selasa-Minggu 09.00-15.00
Hari Senin dan hari besar tutup

Tiket:
Perorangan
Dewasa Rp 2.000,00
Mahasiswa Rp 1.000,00
Anak-anak/pelajar Rp 600,00

Rombongan (minimal 20 orang)
Dewasa Rp 1.500,00
Mahasiswa Rp 750,00
Anak-anak Rp 500,00

 

 

 

 
  Copyright © 2009 Museum Indonesia. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.