Beranda

Kontak

Kontribusi

 

Tahukah Anda...

Hari Museum Internasional diperingati pada tanggal 18 Mei sejak 1977. Tema Hari Museum Internasional 2014 adalah: Museum collections make connections.

 

Kategori Museum

 

  Arkeologi (6)

 

  Benteng (2)

 

  Biologi (8)

 

  Geologi (3)

 

  Lain-lain (4)

 

  Militer (4)

 

  Negeri/Daerah (15)

 

  Pribadi (5)

 

  Sejarah (13)

 

  Seni (7)

 

  Tokoh (11)

 

  Transportasi (2)

   
Publikasi Terkini
 
Pencarian
 

  
Berlangganan Berita
 

  



Museum Kretek, Kudus

 

Museum Kars Indonesia

Pengantar | Komentar | Galeri Foto


Mengenal Museum Kars (5): Menyajikan Informasi Kars Indonesia dan Dunia

Senin, 03 Agustus 2009 02:49 WIB
WONOGIRI. Bangunan utama Museum Kars memiliki atap berbentuk kerucut berwarna coklat tua. Ditopang pondasi dan bangunan lantai berbentuk segi tempat serta altar halaman yang cukup luas, bangunan museum ini tampak terlihat kokoh berada di lembah perbukitan kars Pegunungan Sewu yang terletak di Desa Gebangharjo, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Di dalam bangunan berlantai tiga itu disajikan informasi kars di Indonesia dan Dunia dengan segala aspeknya. Informasi disajikan baik dalam bentuk Panel Photo dan Monitor. Secara umum, informasi Museum Kars terdiri meliputi Tentang Kars, Kars Dunia, Kars Indonesia, Kars Untuk Kehidupan, Replika dan Diorama Kars serta Cinderamata. Selain itu juga disajikan contoh batuan Gamping dsbnya.

Pada Panel Tentang Kars antara lain disebutkan bahwa Kars merupakan bentang alam (di permukaan dan di bawah permukaan) yang berkembang pada batuan karbonat akibat proses karstifikasi (pelarutan) selama ruang dan waktu geologi. Pada bagian ini pengunjung bisa melihat panel Prolog Proses Kartifikasi, panel Prolog Genesa Kars ‘Dari Dasar Laut Menjadi Pegunungan’ serta Monitor dan Display tentang Kars.

Di Indonesia, batu gamping (dan dolomit) tersebar hampir di semua pulau, dari Aceh hingga Papua. Luasannya mencapai sekitar 154.000 km2, dengan ketebalan lapisan yang beragam, dari singkapan batu gamping seluas itu, sekitar 70% nya memiliki bentang alam kars. Setiap segmen kawasan mempunyai ciri sendiri, sehingga menambah nilai keragaman lingkungan fisik dan biofisiknya

Bentang alam kars tersebar hampir di semua pulau di Indonesia. Di dalam bentang alam Kars terdapat artefak kehidupan masa lampau dengan sosio-budaya yang khas sesuai dengan ekosistem Kawasan kars. Kawasan kars merupakan fenomena alam yang memiliki keaneka-ragaman hayati dan nir hayati. Keberadaan Museum Kars diharapkan menjadi medium yang memadai untuk memberikan informasi tentang kars kepada masyarakat luas.

http://www.esdm.go.id/berita/umum/37-umum/2709-mengenal-museum-kars-5-menyajikaniinformasi-kars-indonesia-dan-dunia.html

 

 

 

 
  Copyright © 2009 Museum Indonesia. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.