Beranda

Kontak

Kontribusi

 

Tahukah Anda...

Dayung Berdiri adalah lomba perahu yang dilakukan oleh beberapa orang dalam satu perahu dikayuh dengan berdiri. Lomba perahu seperti ini telah dilakukan oleh Suku Asmat sejak dahulu (Galeri Diorama, Museum Olahraga, TMII, Jakarta).

 

Kategori Museum

 

  Arkeologi (6)

 

  Benteng (2)

 

  Biologi (8)

 

  Geologi (4)

 

  Lain-lain (5)

 

  Militer (4)

 

  Negeri/Daerah (18)

 

  Pribadi (5)

 

  Sejarah (13)

 

  Seni (7)

 

  Tokoh (13)

 

  Transportasi (2)

   
Publikasi Terkini
 
Pencarian
 

  
Berlangganan Berita
 

  



Museum Goedang Ransoem, Sawahlunto

 

Museum Masjid Agung Demak

Pengantar | Komentar | Galeri Foto


demak_gm.jpg

Demak: Pada suatu hari yang mungkin tak sebenarnya terjadi di abad ke-16, dengan sabar sembilan orang wali mendirikan masjid pertama di kota pantai utara Jawa ini. Beratus-ratus tahun kemudian cerita terus beredar, bahwa salah seorang dari mereka, Sunan Kalijaga, menyusun tiang masjid di Demak itu dari tatal: serpihan kayu yang tersisa dan lapisan yang lepas ketika papan dirampat ketam.

Saya bayangkan dengan takjub: sebuah masjid yang ditopang oleh yang terbuang, yang remeh dan yang tak bisa disusun rata bukan sebuah rumah Tuhan yang berdiri karena pokok yang lurus dan kukuh, dengan lembing dan takhta.

Goenawan Mohamad
Tuhan & Hal-hal yang Tak Selesai

 

Kita belajar tentang Kerajaan Demak di bangku sekolah. Rajanya Raden Patah, kerajaannya disegani, dan musafir Demak membawa Islam ke seantero Nusantara.

Demak juga disebut-sebut dalam novel sejarah terbesar Indonesia Arus Balik.

Setelah waktu yang panjang berlalu suatu hari Demak muncul kembali dalam hidupku. Demikianlah tak lama setelah aku membaca tulisan Goenawan Mohamad maka terjadilah aku menemukan diri sudah melompat kedalam bus tigaperempat. Berangkat dari Terminal Terboyo, Semarang. Turun tepat di depan Masjid Agung Demak. Kota kuno yang hanya berjarak 26 km dari Semarang.

Haa!
Sampai juga.

Berdiri memandang alun-alun yang diceritakan dalam Arus Balik, ‘Tahun 1518 Masehi. Sesuatu telah terjadi di Demak...Ribuan orang berduyun-duyun di depan istana, kemudian bergerak ke mesjid agung Bintoro. Mereka sedang berkabung dengan wafatnya Sultan Demak...Raden Patah, Khalifah pertama-tama di Jawa.’

Saat Demak berdiri di tanah Jawa seperti apa wajah dunia saat itu. Di Asia setidaknya kita tahu Dinasti Ming di bawah kepemimpinan Kaisar Hongzhi (1470-1505) berhasil membangun pemerintah yang bersih, serta satu-satunya kaisar dalam sejarah Cina yang memiliki satu istri (tanpa selir-selir). Sedangkan Yerusalem dikuasai Turki (1517) dan Columbus mendarat di benua Amerika (1492).

Di daratan Eropa Leonardo da Vinci melukis The Last Supper (1495-1498), Martin Luther menerbitkan The Ninety-Five Theses (1517) menjadi katalis gerakan Reformasi Protestan, De revolutionbus (Copernicus, 1543) yang menggagas pandangan Heliosentris terbit di Nuremburg, Jerman.

 

demak_museum.jpg

MUSEUM MASJID AGUNG DEMAK

Aku berjalan bersama-sama rombongan peziarah dari Banyuwangi memasuki halaman masjid. Selanjutnya aku menuju museum, para peziarah ke makam. Di ruang pendaftaran Pak Nakowan berpesan beberapa hal terkait masjid seperti mlebu sing alus, artinya tidak berbicara dengan suara keras dalam masjid.

Museum Masjid Agung Demak, sebuah museum kecil. Aku memang tidak menemukan sesuatu yang akan menceritakan kebesaran Kerajaan Demak yang pernah menantang Portugis di Malaka. Atau Ratu Aisyah yang tabah dalam Arus Balik. Atau sesuatu tentang Raden Patah.

Tapi aku memang hanya ke sana untuk menikmati secangkir kata dari dunia Tuhan & Hal-hal yang Tak Selesai.

...

Duduk di kursi dekat pintu masuk museum. Ditemani seekor capung tengger di pucuk kering. Makhluk purba yang tahu lebih banyak dari segala yang bisa diucapkan oleh kata.

Beberapa anak bermain di sekitar taman. Seorang bocah laki-laki berkata dia mau kencing di kolam kecil.

‘Ta’ foto kamu dik kalo pipis di situ.’

Anak-anak menoleh dan tertawa.
Di sana kulihat wajah bocah angon yang memanjat pohon belimbing tua.

 

 

Tanggal Terbit: 19-07-2009

 

 
  Copyright © 2009 Museum Indonesia. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.