Beranda

Kontak

Kontribusi

 

Tahukah Anda...

Museum Serangga, TMII, Jakarta memiliki awetan kering kupu-kupu Papilio blumei yang disebut-sebut karena keindahannya dalam "Laskar Pelangi"

 

Kategori Museum

 

  Arkeologi (6)

 

  Benteng (2)

 

  Biologi (8)

 

  Geologi (4)

 

  Lain-lain (4)

 

  Militer (4)

 

  Negeri/Daerah (17)

 

  Pribadi (5)

 

  Sejarah (13)

 

  Seni (7)

 

  Tokoh (13)

 

  Transportasi (2)

   
Publikasi Terkini
 
Pencarian
 

  
Berlangganan Berita
 

  



Aceh Tsunami Museum

 

Kumpulan Berita Museum

Pemprov Banten Amankan Puluhan Benda Purbakala
22-02-2012

Suara Pembaruan, Jumat, 27 Januari 2012


[SERANG]  Puluhan benda purbakala peninggalan Kesultanan Banten diamankan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Banten. Puluhan benda-benda bersejarah seperti lukisan, guci, gentong, peti kuno, tengkorak kepala kerbau hutan, tengkorak kepala manusia purba, dan kumpulan tulang-tulang manusia purba yang diperkirakan berumur ratusan tahun itu merupakan milik seorang berkewarganegaraan Jerman.

Kepala Disbudpar Provinsi Banten Ajak Moeslim, Jumat (27/1) mengatakan,  puluhan benda purbakala tersebut merupakan benda-benda koleksi milik salah seorang warga Jerman yang tinggal di Anyer, Kabupaten Serang. Setelah orang Jerman itu meninggal beberapa tahun lalu, puluhan benda bersejarah tersebut dititipkan  di Museum Carita Krakatau, Kabupaten Serang.

“Namun karena benda-benda purbakala itu tidak ada yang merawat, maka puluhan benda-benda bersejarah itu dititipkan di Disbudpar Banten,” kata Ajak

Ajak menjelaskan,  rencananya puluhan benda purbakala tersebut akan disimpan di Taman Budaya Banten. Karena Pemprov Banten dalam hal ini Disbudpar Banten, memiliki hak untuk mengamankan barang purbakala tersebut. Disbudpar Banten juga memiliki wewenang, untuk mengelola dan merawat barang purbakala tersebut.

“Taman Budaya Banten itu terletak di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B),” katanya.

Kabid Pembinaan Budaya Daerah pada Disbudpar Banten R Dadie Ruswandi menambahkan, bahwa sesuai dengan UU No 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, segala benda budaya merupakan milik Negara. Sehingga, Disbudpar memiliki hak untuk mengamankan dan merawat puluhan benda purbakala tersebut.

“Sanksi tegas diberikan kepada siapa saja yang melakukan pengrusakan terhadap benda dan cagar purbakala. Sanksinya minimal 1 tahun penjara dengan denda Rp 500 juta dan maksimalnya, 15 tahun penjara dengan denda Rp 500 miliar,” katanya.

Dadi menjelaskan puluhan benda purbakala tersebut antara lain adalah lukisan berjumlah dua buah, di antaranya lukisan berukuran 160 cm x 105 cm bergambarkan Sultan Banten Abi Jaya Santana bersama Kyai Nebby Aria Wira Praja dan lukisan bergambarkan iring-iringan Sultan Banten Hasanudin memeriksa rakyatnya berukuran 160 cm x105 cm dengan frame kayu.

Selain lukisan ada juga dena gambar berjumlah 18 buah, di antaranya seperti denah hasil penelitian situs Panaitan, dena Keraton Banten, dena rakata dan keraton purba pertama, dena  kronologi Kesultanan Banten, dena penelitian Krakatau, dan kerajaan Banten dan masa kejayaan hingga kehancuran.

“Ada juga 30 buah benda purbakala di antaranya adalah tulang manusia purba, tengkorak kepala manusia purba dan tengkorak kepala banteng. Selain itu juga ada  gentong, guci, cobek yang dibuat pada zaman Kesultanan Hasanuddin dan Peti Kuno,” katanya.

Dadi mengatakan, benda-benda cagar budaya tersebut membutuhkan perawatan yang khusus. Termasuk juga museum yang repersentatif. “Karena beberapa benda purbakala membutuhkan suhu yang tertentu, sehingga benda purbakala tersebut tidak rusak atau dimakan oleh rayap,” katanya.

Museum yang sudah ada, bisa dimanfaatkan untuk menyimpan puluhan benda purbakala tersebut, sambil menunggu gedung museum yang lebih repersentatif.  “Penyelamatan benda purbakala tetap akan dilakukan oleh Disbudpar. Bahkan, tahun ini, Disbudpar akan bekerjasama dengan penyelam professional, untuk mengambil benda purbakala di Perairan Banten.” katanya.

Benda purbakala tersebut, merupakan peninggalan pada masa penjajahan. Di mana, banyak kapal penjajah yang karam di wilayah Perairan Banten. “Masyarakat pun diminta untuk melaporkan temuan purbakala, karena benda purbaka milik Negara. Masyarakat yang melaporkan temuan purbakala, akan mendapatkan imbalan yang layak,” katanya.

Dadi juga menginformasikan, jika masyarakat memiliki benda-benda peningalan sejarah, masyarakat bisa menjual benda tersebut kepada Negara. Harganya, akan ditaksir oleh tim penaksir yang tergabung dalam Badan Pelestarian Peninggalan Purbakala Serang (BP3S). “BP3S meliputi empat wilayah kerja, yaitu Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Lampung,” katanya.

http://www.suarapembaruan.com/home/pemprov-banten-amankan-puluhan-benda-purbakala/16556

---

« Berita sesudahnya   |   Berita sebelumnya »

 

 
  Copyright © 2009 Museum Indonesia. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.