Beranda

Kontak

Kontribusi

 

Tahukah Anda...

Museum-museum di Taman Mini Indonesia Indah: Museum Asmat, Museum Indonesia, Museum Istiqlal, Museum Keprajuritan Indonesia, Museum Komodo dan Taman Reptilia, Museum Listrik dan Energi Baru, Museum Minyak dan Gas Bumi, Museum Olahraga, Museum Penerangan, Museum Prangko Indonesia, Museum Pusaka, Museum Serangga dan Taman Kupu, Museum Telekomunikasi, Museum Timor-Timur, Museum Transportasi.

 

Kategori Museum

 

  Arkeologi (7)

 

  Benteng (2)

 

  Biologi (9)

 

  Geologi (4)

 

  Lain-lain (6)

 

  Militer (4)

 

  Negeri/Daerah (19)

 

  Pribadi (7)

 

  Sejarah (14)

 

  Seni (7)

 

  Tokoh (14)

 

  Transportasi (2)

   
Publikasi Terkini
 
Pencarian
 

  
Berlangganan Berita
 

  



Replika Patung Hermes, Museum Sejarah Jakarta

 

Kumpulan Berita Museum

Museum Perdamaian Aceh Diluncurkan
30-12-2014

TEMPO.CO, Banda Aceh - Pemerintah Aceh melalui Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Aceh meluncurkan Museum Perdamaian Aceh, Selasa, 23 Desember 2014, di kantor tersebut.

"Untuk memastikan generasi baru Aceh memperoleh informasi dan pengetahuan yang cukup atas pengalaman masa lalu yang penuh kegemilangan dan kepahitan," kata Kepala Badan Kesbangpolinmas Aceh Nasir Zalba.

Menurut dia, Museum Perdamaian Aceh dapat memberikan pengetahuan konflik bersenjata, proses penyelesaian konflik, hingga kesepakatan damai. Selanjutnya, bagaimana mengisi dan membangun perdamaian yang berkelanjutan. "Ini menjadi pengetahuan bagi seluruh masyarakat dunia," ujarnya.

Nasir mengatakan, untuk saat ini, isi museum yang menyatu dengan kantor Kesbangpolinmas itu masih minim. Semua proses pengumpulan data sedang berjalan yang dilakukan oleh lembaga pemerintah dan LSM di Aceh.

Saat ini, museum baru berisi beberapa foto, buku, serta dokumen lainnya terkait dengan perdamaian Aceh. "Harapannya, pada 10 tahun perdamaian Aceh nanti (15 Agustus 2015), isinya akan lengkap," ujarnya.

Pengumpulan dokumen di kalangan LSM dilakukan oleh Acehnese Civil Society Task Force (ACSTF). "Kami akan membantu mengumpulkan dokumen-dokumen terkait perdamaian Aceh," kata Koordinator ACSTF Djuanda Jamal.

Dia mengatakan museum nantinya tidak hanya berisi dokumen dan foto-foto yang menceritakan proses perdamaian pada 15 Agustus 2005. Namun juga akan diisi dengan dokumen-dokumen lama dari masa pendudukan Belanda sampai kini.

ADI WARSIDI
Selasa, 23 Desember 2014 | 16:00 WIB

http://www.tempo.co/read/news/2014/12/23/058630530/Museum-Perdamaian-Aceh-Diluncurkan

---

« Berita sesudahnya   |   Berita sebelumnya »

 

 
  Copyright © 2009 Museum Indonesia. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.